Minggu, 21 Oktober 2007
Kripik Pisang Agung Pak TANI
PISANG merupakan tumbuhan asal Asia, yang tersebar hampir di seluruh belahan dunia, di antaranya di Spanyol, Italia, Indonesia, dan Amerika. Bahkan, di Indonesia keanekaragaman jenis pisang dapat ditemui. Salah satunya adalah pisang agung yang merupakan varietas lokal. Varietas ini diyakini asli Indonesia karena berasal dari Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.
Kabupaten Lumajang merupakan salah satu kabupaten yang berada di wilayah Propinsi Jawa Timur, berjarak 150 Km arah tenggara Surabaya dan dapat ditempuh dengan kendaraan bermotor selama lebih kurang 3 jam. Luas wilayah 1.790,90 km², terdiri dari 21 Kecamatan, 195 Desa dan 7 kelurahan. Jumlah penduduk Kabupaten Lumajang pada tahun 2005 adalah 1.017.838 jiwa, terdiri dari 499.949 pria dan 517.889 wanita (sumber : Dinas Kependudukan & Transmigrasi Kabupaten Lumajang) dengan tingkat kepadatan penduduk sebesar 568 jiwa/km².
Lumajang adalah sebuah kabupaten di Provinsi Jawa Timur, Indonesia, yang berbatasan dengan kabupaten Probolinggo di sebelah utara, Kabupaten Jember di barat, Samudera Hindia di sebelah selatan dan Malang di sebelah Timur. Kota Lumajang terkenal sebagai kota penghasil pisang ”Agung”/ pisang Candi yang khas di Jawa Timur, ada juga yang lebih senang menyebutnya Pisang Gajah. Pisang ini sangat besar. Satu tandan pisang berisi antara 5, 10, atau 15 biji, panjang masing-masing antara 25 sampai 40 cm. Pisang adalah buah yang tidak mengenal musim, karena hampir sepanjang tahun selalu ada. Karena kondisi tersebut maka di kota Lumajang banyak sekali ditemukan pengusaha kecil yang bergerak dibidang pembuatan keripik pisang. Keripik pisang hasil buatan dari kota Lumajang memiliki rasa yang enak, karena didukung oleh buah pisang ”Agung” yang memiliki kualitas baik untuk digunakan sebagai bahan baku.
Karena diyakini sebagai varietas lokal Lumajang, jenis pisang agung talun akhirnya mendapat sertifikasi pengesahan dengan nama pisang agung semeru dari Lembaga Sertifikasi Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura, September 2004. Sertifikasi itu diberikan setelah dikaji oleh Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Karang Ploso, Malang, dan telah melakukan sidang sertifikasi di Dinas Pertanian Jatim.
Buah yang memberikan banyak arti bagi kehidupan masyarakatnya itu memang sangat tepat menjadi ikon Kabupaten Lumajang sebab tidak sedikit masyarakat di kabupaten yang memiliki gunung tertinggi di Pulau Jawa itu, yakni Gunung Semeru, menggantungkan kehidupan kepada buah pisang agung. Sebut saja mulai petaninya, pedagang besar, tukang angkut, penjual makanan di sekitar pasar pisang, pedagang kecil yang menjual secara eceran kepada konsumen, industri keripik pisang, dan konsumen rumah tangga lainnya.
Untuk Mendapatkan Kripik Pisang Agung yang benar-benar Original, diolah dengan minyak khusus yang higienis, bertahan hingga 2 bulan dan TANPA BAHAN PENGAWEN, telah teruji oleh Badan Pengawasan Obat dan Makanan. Anda bisa mendapatkannya di Industri Rumah Tangga (IRT) Kripik Pisang Agung cap " PAK TANI" yang berlamat di Jalan Agus Salim No. 7 Lumajang 67312, telp 0334-881852 atau 881652. Perusahaan ini telah berdiri sejak 1980-an dan telah di eksport ke manca negara..
Kabupaten Lumajang merupakan salah satu kabupaten yang berada di wilayah Propinsi Jawa Timur, berjarak 150 Km arah tenggara Surabaya dan dapat ditempuh dengan kendaraan bermotor selama lebih kurang 3 jam. Luas wilayah 1.790,90 km², terdiri dari 21 Kecamatan, 195 Desa dan 7 kelurahan. Jumlah penduduk Kabupaten Lumajang pada tahun 2005 adalah 1.017.838 jiwa, terdiri dari 499.949 pria dan 517.889 wanita (sumber : Dinas Kependudukan & Transmigrasi Kabupaten Lumajang) dengan tingkat kepadatan penduduk sebesar 568 jiwa/km².
Lumajang adalah sebuah kabupaten di Provinsi Jawa Timur, Indonesia, yang berbatasan dengan kabupaten Probolinggo di sebelah utara, Kabupaten Jember di barat, Samudera Hindia di sebelah selatan dan Malang di sebelah Timur. Kota Lumajang terkenal sebagai kota penghasil pisang ”Agung”/ pisang Candi yang khas di Jawa Timur, ada juga yang lebih senang menyebutnya Pisang Gajah. Pisang ini sangat besar. Satu tandan pisang berisi antara 5, 10, atau 15 biji, panjang masing-masing antara 25 sampai 40 cm. Pisang adalah buah yang tidak mengenal musim, karena hampir sepanjang tahun selalu ada. Karena kondisi tersebut maka di kota Lumajang banyak sekali ditemukan pengusaha kecil yang bergerak dibidang pembuatan keripik pisang. Keripik pisang hasil buatan dari kota Lumajang memiliki rasa yang enak, karena didukung oleh buah pisang ”Agung” yang memiliki kualitas baik untuk digunakan sebagai bahan baku.
Karena diyakini sebagai varietas lokal Lumajang, jenis pisang agung talun akhirnya mendapat sertifikasi pengesahan dengan nama pisang agung semeru dari Lembaga Sertifikasi Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura, September 2004. Sertifikasi itu diberikan setelah dikaji oleh Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Karang Ploso, Malang, dan telah melakukan sidang sertifikasi di Dinas Pertanian Jatim.
Buah yang memberikan banyak arti bagi kehidupan masyarakatnya itu memang sangat tepat menjadi ikon Kabupaten Lumajang sebab tidak sedikit masyarakat di kabupaten yang memiliki gunung tertinggi di Pulau Jawa itu, yakni Gunung Semeru, menggantungkan kehidupan kepada buah pisang agung. Sebut saja mulai petaninya, pedagang besar, tukang angkut, penjual makanan di sekitar pasar pisang, pedagang kecil yang menjual secara eceran kepada konsumen, industri keripik pisang, dan konsumen rumah tangga lainnya.
Untuk Mendapatkan Kripik Pisang Agung yang benar-benar Original, diolah dengan minyak khusus yang higienis, bertahan hingga 2 bulan dan TANPA BAHAN PENGAWEN, telah teruji oleh Badan Pengawasan Obat dan Makanan. Anda bisa mendapatkannya di Industri Rumah Tangga (IRT) Kripik Pisang Agung cap " PAK TANI" yang berlamat di Jalan Agus Salim No. 7 Lumajang 67312, telp 0334-881852 atau 881652. Perusahaan ini telah berdiri sejak 1980-an dan telah di eksport ke manca negara..
Langganan:
Postingan (Atom)